- : 081237711871 / FAX : - cs.fujijayamotor@gmail.com WORKS : SAB 08.00-17.00 WIB :
Ini Dia 3 Perbedaan Kode Oli Motor Wajib Baca

Ini Dia 3 Perbedaan Kode Oli Motor Wajib Baca

Sekalipun telah akrab dengan motor, mungkin Anda tak sadar bahwa ada kode khusus pada oli motor. Meski sepele, penting untuk mengetahui perbedaan kode oli motor ini agar Anda tahu mana yang pas diaplikasikan ke motor Anda.

Mengenal Kode Oli Motor dan Perbedaannya

Agar lebih jelas mengetahui kode-kode dalam oli motor serta perbedaannya, simak ulasan berikut dengan seksama.
SAE (Society of Automative Engineers)

SAE sebenarnya merupakan badan internasional yang bertanggung jawab menaungi tingkat kekentalan, kemampuan dan stabilitas oli serta pengaruhnya terhadap suhu mesin ataupun lingkungan. SAE ini lantas menjelma dan digunakan sebagai kode tingkat kekentalan. Semakin kecil angkanya, maka oli tersebut semakin cair, begitupun sebaliknya.

Indeks SAE dengan angka yang kecil biasanya diaplikasikan pada daerah bersuhu dingin dan bersalju dengan rata-rata tingkat kekentalan SAE 5W – 35. Angka depan menunjukkan tingkat kekentalan pada suhu dingin diikuti W (winter), sedangkan angka di belakang mengindikasikan tingkat kekentalan ketika mesin bekerja. Di Indonesia sendiri rata-rata oli memiliki SAE 10W – 30.

API (American Petroleum Institute)
API adalah lembaga yang menguji kualitas oli di negara-negara Eropa dan Amerika. API ini lalu muncul sebagai kode sertifikasi yang menjadi patokan standardisasi kualitas oli di dunia. Kode API dapat ditandai dari huruf S yang mewakilkan mesin bensin, dan huruf C menunjukkan diesel. Kode tersebut dikombinasikan menjadi SA, SB, SC, SD, SE, SF, CA, CB, CC, CD.

Semakin tinggi tingkatan pada huruf kedua artinya oli tersebut bekerja lebih berat. Huruf kedua juga menggambarkan kualitas oli. Semakin tinggi abjadnya, semakin baik dan memenuhi standar yang ditetapkan.
ILSAC (International Lubricant and Approval Committee)

Lain halnya dengan ILSAC, standardisasi ini biasanya diterapkan di Jepang dan Amerika. Kode ini umumnya ditandai dengan GF-5. ILSAC merupakan suatu parameter uji oli seperti pada uji fuel economy environment, piston, deposit bahan bakar, dll.

Umumnya oli yang ada di pasaran Indonesia menggunakan standardidasi kode API. Setelah tahu fungsi kode tersebut, sekarang perhatikan kebutuhan sebelum mengganti oli, ya. Jika masih bingung, konsultasikan saja pada mekanik bengkel resmi.

0 Komentar

Stay Connected